Selasa, 16 Juni 2009

Rusli Zainal Sang Visioner

Rusli Zainal dilahirkan di sebuah desa kecil bernama Bolak kabupaten Indragiri Hilir. Tepatnya pada tanggal 3 Desember 1957. Beliau adalah Gubernur Riau ke-11. Ia diangkat sebagai gubernur menggantikan Saleh Djasit.

Sebelum menjabat sebagai gubernur Rusli Zainal pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Indragiri Hilir periode 1999-2003. Setelah menjabat selama satu periode, dari tahun 2003-2008, Ia kembali maju dalam Pilkada Riau tahun 2008 lalu, dan kembali terpilih setelah unggul telak dari lawan politiknya kala itu. Dengan keberhasilannya itu, Rusli Zainal menjadi gubernur pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat Riau.

Rusli Zainal memiliki visi yang sangat baik dalam membawa Riau berkembang mengejar ketertinggalannya. Karena itu, sudah sepantasnyalah kalau beliau disebut sebagai seorang visioner.  Yaitu seseorang yang memiliki pandangan jauh kedepan dalam memimpin.

Rusli Zainal terkenal dengan program andalannya dalam peningkatan pembangunan di Riau. Program itu terkenal dengan istilah K2I, Pengentasan Kemiskinan, Kebodohan, dan Peningkatan Infrastruktur.

Berikut ini adalah profil program K2I yang juga disebut dengan proyek multiyears, karena pelaksanaannya yang selalu berkesinambungan dari tahun ke tahun.

Selain sukses dalam pembangunan, Rusli Zainal juga berhasil mengangkat nama Riau di tingkat nasional, bahkan manca negara. Berbagai even tingkat nasional dan internasional pernah, dan akan berlangsung di Riau, seperti Olimpiade Fisika Internasional, Festival Film Indonesia, dan yang akan datang adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIII.

Rusli Zainal masih terus menggesa berbagai ketertinggalan yang dialami Riau. Berbagai program pun telah dipersiapkannya untuk pembangunan Riau ke depan. Karena itu pantaslah beliau digelar Rusli Zainal Sang Visioner.

Rabu, 20 Mei 2009

Boediono

Boediono
Prof. Dr. Boediono,M.Ec. (lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943; umur 66 tahun) adalah Gubernur Bank Indonesia dari 17 Mei 2008 – 17 Mei 2009. Ia mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia terkait pencalonannya sebagai Wakil Presiden dari Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilihan Umum Presiden 2009. Sebelumnya menjabat Gubernur Bank Indonesia, Boediono menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu (5 Desember 2005 – 17 Mei 2008). Boediono juga pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia dalam Kabinet Gotong Royong (2001–2004) pada masa pemerintahan Presiden Megawati Sukarnoputri. Sebelumnya pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999) pimpinan Presiden BJ Habibie, Boediono menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Bank Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto. Saat ini ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, di universitas ini pula ia diangkat sebagai Guru Besar Nama julukan atau nama panggilannya oleh relasi dan orang-orang yang seringkali berinteraksi dengannya dengan disebutan The man to get the job done.

Keluarga


Boediono beristrikan Herawati dan memiliki dua anak, Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan.

Pendidikan dan Penghargaan



Ia memperoleh gelar Bachelor of Economics (Hons.) dari Universitas Western Australia pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, gelar Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash. Kemudian pada tahun 1979, ia mendapatkan gelar S3 (Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania.

Ia mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana tahun 1999 dan "Distinguished International Alumnus Award" dari University of Western Australia pada tahun 2007

Prestasi dan Karir di pemerintahan

Boediono pertama kali diangkat menjadi menteri pada tahun 1998 dalam Kabinet Reformasi Pembangunan sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional. Setahun kemudian, ketika terjadi peralihan kabinet dan kepemimpinan dari Presiden BJ Habibie ke Abdurrahman Wahid, ia digantikan oleh Kwik Kian Gie.

Ia kembali diangkat sebagai Menteri Keuangan pada tahun 2001 dalam Kabinet Gotong Royong menggantikan Rizal Ramli. Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional dan mengakhiri kerja sama dengan lembaga tersebut. Oleh BusinessWeek, ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam kabinet tersebut. Di kabinet tersebut, ia bersama Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dijuluki 'The Dream Team' karena mereka dinilai berhasil menguatkan stabilitas makroekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih dari Krisis Moneter 1998. Ia juga berhasil menstabilkan kurs rupiah di angka kisaran Rp 9.000 per dolar AS.

Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, banyak orang yang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya, namun posisinya ternyata ditempati Jusuf Anwar. Menurut laporan, Boediono sebenarnya telah diminta oleh Presiden Yudhoyono untuk bertahan, namun ia memilih untuk beristirahat dan kembali mengajar. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Indikasi Boediono akan menggantikan Aburizal Bakrie direspon sangat positif oleh pasar sejak hari sebelumnya dengan menguatnya IHSG serta mata uang rupiah. Kurs rupiah menguat hingga dibawah Rp 10.000 per dolar AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ juga ditutup menguat hingga 23,046 poin (naik sekitar 2 persen) dan berada di posisi 1.119,417, berhasil menembus level 1.100. Ini karena Boediono dinilai mampu mengelola makro-ekonomi yang kala itu belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter.

Pada tanggal 9 April 2008, DPR mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah. Ia merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pengangkatannya didukung oleh Burhanuddin Abdullah, Menkeu Sri Mulyani, Kamar Dagang Industri atau Kadin, serta seluruh anggota DPR kecuali fraksi PDIP.

Jabatan lain

* Executive Board for Asia - Wharton Advisory Boards, The Wharton School of the University of Pennsylvania
* Commissioner of Commission on Growth and Development

Jabatan Politik

Boediono menjadi calon wakil presiden 2009-2014 mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dideklarasikan 15 Mei 2009 di Sasana Budaya Ganesha kota Bandung. Jika terpilih, dia akan menjadi wakil presiden pertama yang berlatar belakang ekonomi dan non-partisan setelah Mohammad Hatta (wakil presiden pertama RI). Dalam acara ini dirilis sistem ekonomi moralistik, manusiawi, nasionalistik dan kerakyatan atau kemasyarakatan. Boediono berangkat ke Bandung dengan menggunakan kereta api regular Parahyangan.

Pro dan Kontra

Setelah namanya muncul sebagai calon wakil presiden, berbagai suara pro dan kontra muncul.

* Pasar diprediksi akan sambut positif pemilihan ini.
* Kalangan pengusaha merasa sangat yakin dengan kemampuan ekonominya, namun masih meragukan kemampuan politiknya
* Isu penentangan lain yang dimunculkan adalah bahwa ia tidak mewakili tokoh partai, dan ia bukan pula representasi dari partai politik Islam sebagaimana Gus Dur-Mega, Mega-Hamzah Haz dan SBY-JK
* Undang-Undang Surat Berharga Syariah Negara dan Perbankan Syariah yang lahir pada masa jabatan Boediono.
* Ekonom UGM, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, menilai tuduhan kepada Boediono sebagai figur yang mengusung neoliberalisme dan titipan dari pihak asing tidak memiliki dasar kuat. Menurutnya, Boediono termasuk orang yang dekat dengan almarhum Prof. Mubyarto, tokoh UGM yang terkenal dengan gagasan ekonomi kerakyatan. “Itulah orang yang banyak lupa, bersama Mubyarto jadi pendekar ekonomi Pancasila, pernah menulis buku secara bersama tentang ekonomi Pancasila,” kata Mudrajad di kampus UGM.

Kritik terhadap Boediono


Walaupun dinilai banyak sisi positif, terdapat beberapa kritik terhadap sejumlah kebijakannya.

Hendri Saparini, orang dekat Rizal Ramli, dan analis ekonomi-politik, melihat Boediono, yang kini menjabat gubernur BI hendak membawa negara Indonesia ke arah neoliberal. Indikasinya, utang negara secara nominal bertambah Rp 400 triliun dalam periode 2004-2009. Walau demikian, perlu dicatat bahwa sebenarnya rasio hutang(debt ratio) kita turun drastis dari 100% di tahun 1999, 56% di tahun 2004, dan tahun 2009 tinggal 30-35% sekalipun nominal besarnya utang kurang lebih sama selama periode 2003-2008.

Pada saat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Boediono menyatakan bahwa pada dasarnya subsidi bagi rakyat harus dihapus. Ketika para petani tebu meminta proteksi, Boediono dengan menyarankan agar petani tebu menanam komoditas lain bila tebu dinilai tidak menguntungkan, ini dinilai sejumlah kalangan bertentangan dengan orientasi kemandirian pangan. Tampaknya pendapat Boediono sejalan dengan Taufiq Kiemas, suami Megawati, yang menyatakan bahwa subsidi seperti candu.

Kwik Kian Gie mengatakan, Boediono memiliki peran penting dalam proses keluarnya kebijakan pemerintah terkait penyelesaian BLBI. Pasalnya,Boediono saat itu merupakan menteri keuangan yang tahu betul tata cara penyelesaian utang bagi para obligor BLBI. Dia (Boediono) tahu seluk-beluk ini (BLBI).

Kamis, 30 April 2009

Perpustakaan Digital Dunia

Perpustakaan Digital Dunia atau World Digital Library (WDL) adalah perpustakaan digital antarnegara yang dikelola oleh UNESCO dan Library of Congress (Perpustakaan Kongres) milik Amerika Serikat. Perpustakaan ini diresmikan pada tanggal 21 April 2009 dan dimaksudkan sebagai sumber rujukan dokumen primer berbagai dokumen penting dunia yang bisa diakses dengan bebas biaya.

Misi pembentukan perpustakaan ini adalah untuk mengembangkan pemahaman antarbangsa dan -budaya, memperluas kandungan variasi dan isi pada internet, menyediakan bahan dasar pengajaran bagi pengajar, sarjana, dan peminat umum, serta untuk memperkuat kemampuan lembaga-lembaga mitra untuk mempersempit kesenjangan digital intra- maupun antarnegara.[1] Sebagai tujuan adalah untuk mengembangkan dokumen non-bahasa Inggris dan non-barat di internet, dan membantu penyediaan bahan penelitian akademik. Dalam wawancara dengan majalah Nature, Direktur WDL, John van Oudenaren, menyatakan bahwa sebagian besar generasi muda di dunia banyak memperoleh informasi melalui media elektronik. WDL berusaha menjadi salah satu sumber informasi ini. Selain itu, WDL juga menjadi upaya untuk lebih mendorong negara berkembang memacu digitalisasi arsip dan dokumen sejarah berharga yang mereka miliki.

Perpustakaan ini menyediakan berbagai material sumber primer dari berbagai kebudayaan dunia secara bebas biaya dan dalam format multibahasa, seperti manuskrip, peta, buku langka, partitur musik, rekaman, film, cetakan, foto, rancangan arsitektur, dan berbagai bahan budaya lainya.
Pada saat peluncurannya, perpustakaan ini memiliki 1.170 material dengan antarmuka menggunakan tujuh bahasa yang dipakai di PBB.

sumber wikipedia indonesia

Selasa, 22 April 2008

GANDENG TOKOH RIAU, SUTIYOSO CURI START DI PEKANBARU



Menghadapi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2009, sepertinya mantan gubernur DKI Jakarta , Sutiyoso telah memikirkan strateginya jauh-jauh hari. Ini terlihat dari tim suksesnya yang mulai mencari-cari dukungan ke daerah-daerah.
Salah satu diantaranya adalah tokoh masyarakat Riau, Syarwan Hamid. Syarwan yang merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan Otonomi Khusus yang sedang giat-giatnya dilaksanakan oleh para tokoh masyarakat Riau ini rupanya menarik perhatian Sutiyoso sehingga diangkat menjadi ketua tim suksesnya dalam Pilpres 2009. Menurut Syarwan, ketika dirinya diminta menjadi ketua tim sukses Sutiyoso, dia mensyaratkan satu hal. Yaitu, memperbaiki sistem otonomi daerah yang saat ini telah direduksi oleh pemerintah pusat. Dan syarat itu disanggupi oleh Jendral yang 2 periode memimpin ibukota negara Indonesia itu. Maka Syarwan Hamid pun bersedia menjadi ketua tim suksesnya.
Namun sayangnya, sang tokoh masyarakat Riau ini terlalu cepat bergerak dan justru menimbulkan kontroversi dan ketidak simpatian masyarakat Riau terutama para pemudanya.
Kejadiannya berlangsung saat pembukaan Kongres Pemuda Riau yang berlangsung di hotel Ibis Pekanbaru tanggal 19 April lalu. Syarwan yang saat itu memberikan kata sambutannya, ternyata malah membacakan kata sambutan tertulis Sutiyoso. Isi kata sambutan itu sendiri intinya adalah meminta dukungan para pemuda dan masyarakat Riau dalam pilpres 2009, dengan iming-iming otonomi khusus yang diminta oleh masyarakat Riau akan dikabulkan apabila beliau terpilih menjadi presiden RI.
Kata sambutan tersebut kontan membuat marah elemen pemuda yang menghadiri acar pembukaan tersebut, terutama dari kalangan mahasiswa Riau. Mereka menganggap bahwa Syarwan Hamid dan panitia kongres telah menjual martabat para pemuda Riau. Hal ini juga diperparah dengan pembagian kalender bergambar Sutiyoso. Hal ini jelas-jelas merupakan kampanye dari Sutiyoso yang diwakili oleh ketua tim suksesnya Syarwan Hamid.
Para mahasiswa tersebut, dan juga beberapa unsur lain yang menjadi peserta kongres akhirnya meminta Syarwan Hamid dan ketua panitia pelaksan Kongres Pemuda Riau untuk meminta maaf kepada mereka. Bahkan ada beberapa diantaranya yang akhirnya memutuskan keluar dari kongres tersebut.

Senin, 07 April 2008

BATIK TABIR RIAU


Batik merupakan salah satu bentuk kekayaan seni dan budaya Indonesia. Di Indonesia sendiri, bicara mengenai batik, tentunya tidak terlepas dari 'kota batik', Pekalongan. Untuk memperkaya motif batik tersebut, provinsi Riau telah mengembangkan sebuah motif batik yang diberi nama Batik Tabir Riau.
Untuk mensosialisasikan motif batik ini, Pemerintah provinsi Riau melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Riau, telah melakukan berbagai pagelaran busana baik di dalam maupun luar negeri. Dan juga mengirimkan putra-putri terbaik Riau untuk lebih memperdalam kemampuan mereka dalam membatik. Diantaranya ke perancang busana terbaik Indonesia, Ramli dan Iwan Tirta. Bahkan langsung ke kota Pekalongan sebagai kota batik di Indonesia.
Batik Tabir Riau memiliki banyak motif, seperti: Kuntum Mekar Tajuk Bersusun, Kuntum Bunga Mekar Melambai, dan lain sebagainya yang telah di daftarkan di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).